Simpet Adonara
TO'U HENA' HALA'
Para Penulis
Jalan licin
Tulis dan Baca
Wera betok di Lewopao
Celaka maut di jalur banjir
JEMBATAN KAYU DI DEMONDEI
Jambu Mente
Bagaimana membuat tanaman jambu mente menjadi subur? Kalau ayah anda petani, atau mungkin malah anda sendiri punya tanaman ini, barangkali anda butuh dijawab. Tidak sulit memang mencari informasi di jaman kini. Kemarin, saya memang pernah pegang buku tentang jambu mente. Buku tebal itu adalah teks pelengkap punya saudara-saudara kita di Fakultas Pertanian.
Ada satu petunjuk kerja, seingat saya, tentang bagaimana menguburkan dedaunan dan cabang-cabang yang dipotong dari tanaman ke lubang yang dibuat di sekeliling pohon. Lubang dibuat dengan lebar sekitar dua jengkal dan dalam sekitar dua setengh jengkal, persis di ujung paling jauh yang masih terjangkau oleh cabang.
Liburan kemarin, saya coba-coba buat.
"Kami sudah coba dengan membakar daun-dan itu. Abunya kan bisa menyuburkan", kata seorang ibu.
Masalah muncul karena abu tersebut ada di atas tanah dan segera dihanyutkan oleh angin maupaun air. Lagipula, serabut akar pohon jarang berada di permukaan.
Daun-daun yang terkubur itu akan menjadi makanan binatang dalam tanah seperti rayap, semut, cacing, ulat atau larva dan lainnya. Juga jasad renik membantu pembusukannya. Tanah dari pembusukkan itu tidak benar-benar padat. Ada pori-porinya untuk menyimpan air. Hehehe ini cuma kira-kira saja.
Memang, butuh kerja juga untuk mewujudkannya. Kerja keras. Kalau kerja cerdas, tidak harus. Seseorang ‘kan tidak mesti harus jadi doktor untuk tahu menanam mente. Yang penting, bisa percaya apa kata orang cerdas, itu cukuplah.
"Tapi ini bisa terjadi apabila orang cerdas tak pelit berbagi ilmu. Buat jurnal tentang pernak-pernik pertanian, bukannya hanya duduk manis saja di Fakultas mereka" begitu gerutuan seorang kawan, waktu ia masih sering negative thinking.
IKLAN ROKOK DARI ALAM BAWAH SADAR
Jika anda hendak berhenti merokok, ada satu nasihat bahwa anda harus singkirkan segala sesuatu yang berhubungan dengan rokok. Banyak hal yang berhubungan dengan rokok misalnya puntung rokok, segelas kopi yang sering jadi teman rokok, bungkusan rokok, pakaian anda yang bau rokok, bahkan mungkin teman anda yang perokok.
Jikalau anda memang tidak dapat menghindar dari mereka, maka mereka selayaknya disingkirkan. Begitu pula, untuk mereka yang belum merokok, hal-hal yang berhubungan dengan rokok seharusnya dijauhkan. Sayang disayang, seringkali kita tidak tahu bagaimana alam bawah sadar itu bekerja.
Kebiasaan salah, membuat asbak rokok sebagai prakarya barangkali adalah kesalahan terbesar yang populer semasa SD saya. Di bawah sadar, seolah-olah dikatakan: mari kita mendukung perokok. Mari kita merokok. Merokok itu baik.
Betapa tidak? Prakarya asbak rokok dibuat seindah mungkin, dari bahan yang beragam, dihiasi ornamen dan motif-motif, dicat, dihaluskan dan sebagainya. Bahannya bisa dari bambu, batok kelapa, juga tanah liat. Seolah, itu karya seni bermut tinggi.
Belakangan, ada kesalahn baru melekatkan rokok dengan adat istiadat. Ah, yang benar. Siapa bilang merokok berhubungan erat dengan adat-istiadat dan serimonial sakral? Apa merokok adalah nilai luhur sejak nenek moyang dan patut diteruskan sebagai tradisi? Boleh jadi. Tetapi kenyataan menunjukkn bahwa merokok adalah kebiasaan dari luar. Jangankan rokok. Jagung, yang dikira pangan lokal kita, nyatanya dibawa belanda dari luar negeri dan kita kenal sejak abad 16. Jadi, sama seperti kebiasaan main facebook yang populer kini, merokok adalah kebiasaan yang dibawa dari luar.

